Thursday, 18 October 2012

Bahaya Fluoride dalam Pasta Gigi dan Air Minum Mineral

Sebagai salah satu bahan utama racun kecoa 

(AIC) - Menggosok gigi merupakan kebiasaan mutlak diperlukan bagi kesehatan. Kebiasaan ini bahkan diajarkan sejak kita masih kecil dengan tujuan agar gigi kita tetap sehat. Sejak dulu, produk pasta gigi erat sekali dengan kandungan fluoride yang tak bisa dipungkiri merupakan salah satu zat yang dibutuhkan tubuh bagi pertumbuhan dan kesehatan gigi. Namun bagaimana sebenarnya dampak fluoride bagi kesehatan?

Dengan efek tersebut, fluoride berfungsi melapisi struktur gigi dan ketahanannya terhadap proses pembusukan serta pemicu proses mineralisasi. Unsur kimia dalam zat ini mengeraskan email gigi pada persenyawaannya. Begitupun, sejak dulu efek kerugiannya juga sudah dipublikasikan secara luas yakni bahayanya bila tertelan dan karena itu juga kita tidak diajarkan menelan pasta gigi.

Kadar penggunaannya memiliki ambang batas yang bisa membahayakan dari efek paparan bila digunakan berlebihan dan tidak sesuai anjuran. Dari literatur yang ada, fluoride dalam kadar berlebihan berakibat sebaliknya dan harus diawasi terutama pemberian terhadap anak-anak yang cenderung menelan odol pada waktu menyikat gigi karena rasa segar yang didapat apalagi bila ditambah perasa tertentu. Bukan hanya dari pasta gigi, kandungan fluoride juga bisa didapat dari konsumsi makanan tertentu dan tersedia dalam bentuk suplemen yang justru sasaran pemberiannya anak-anak.

Bahaya Fluoride

Dari sejumlah berita yang beredar beberapa waktu lalu fluoride disinyalir sebagai salah satu bahan yang digunakan pada pembuatan bom atom. Efek racun kimiawi yang dipaparkan lewat penemuan ini mendorong para peneliti semakin kritis melakukan riset tentang bahaya flouride pada pasta gigi, kemudian banyak berita mempublikasikan efek samping dan bahaya fluoride dalam memicu osteoporosis dan kerusakan sistem saraf terutama pada penggunaan yang salah.

Prof. Albert Schatz Ph.D. (Ahli Mikrobiologi) Penemu Streptomycin dan Pemenang Nobel. : 'Fluoridasi adalah PENIPUAN TERJAHAT untuk mengeruk keuntungan yg pernah dilakukan dan itu menelan korban lebih banyak dari pada bentuk penipuan lainnya.' Dr. Charles Gordon Heyd, Mantan Presiden Asosiasi Kesehatan Amerika :> 'Fluoride adalah RACUN YANG BISA MENGGEROGOTI; akan menyebabkan DAMPAK yang SERIUS DLM JANGKA PANJANG.

Agustus 2002, BELGIA MENJADI NEGARA PERTAMA DI DUNIA yg MELARANG penggunaan berbagai suplemen FLUORIDE, tablet, obat tetes, permen karet, dll yg berfluoride DITARIK DARI PASARAN KARENA BERACUN dan menyebabkan RESIKO BESAR bagi kesehatan fisik maupun psikologis.Keputusan ini dikeluarkan Menteri Kesehatan Masyarakat Federal (shirleys-wellness-cafe.com/#belgium). Riset lain dari Swedia menyorot kecenderungan anak untuk menelan pasta gigi secara tak sengaja melalui air ludah bekas sikat gigi yang kerap memicu kasus overdosis fluoride dan menimbulkan gangguan seperti banyaknya pengeluaran ludah, tumpulnya indera perasa di sekitar mulut sampai ke gangguan pernafasan bahkan kanker.

FLUORIDE TIDAK MEMBERI EFEK MENYEHATKAN DALAM MENCEGAH KERUSAKAN GIGI DAN TULANG PADA MANUSIA.

Th 1990 Dr.John Colquhoun melakukan penelitian pada 60.000 anak sekolah dan tidak
menemukan perbedaan kerusakan pada gigi antara yg menggunakan fluoride dan yang
tidak,bahkan itu ia menemukan sejumlah anak pada wilayah yg diberi fluoride menderita keropos gigi yg disebut FLUOROSIS.

98% wilayah Eropa Barat telah menolak fluoridasi air, termasuk Austria, Belgia, Denmark, Prancis, Italia, Luxembourgh, Jerman, Belanda, Finlandia, Swedia dan Norwegia.

Fluoride adalah zat kimia kunci dalam memproduksi BOM ATOM!!! Fluoride sangat esensial untuk memproduksi Bom Uranium dan Plutonium untuk membuat senjata nuklir selama Perang Dingin. Salah satu zat kimia yg dikenal PALING BERACUN adalah FLUORIDE, yg muncul secara cepat sebagai racun kimiawi dari program bom atom Amerika serikat, baik untuk pekerjanya maupun masyarakat sekitar. (Situs rvi.net/~fluoride/fluoride_teeth_atomic_bomb_.htm)

Keadaan terhambatnya penyerapan kalsium sebagai salah satu manifestasi efek sampingnya juga dikenal dengan istilah fluorosis yang bisa berakibat lanjut pada penurunan IQ, gangguan sistem saraf dan kekebalan tubuh serta kerapuhan tulang dan terhambatnya pertumbuhan.

Di beberapa negara, anjuran penggunaannya sudah dibatasi untuk usia diatas 5 tahun. Di Indonesia telah dihimbau penggunaannya dalam tiap tube pasta gigi tidak lebih dari 500 ppm dari sebelumnya sekitar 1000-1500 ppm dan mengikuti antisipasinya untuk mengurangi penambah rasa sebagai pencegah anak-anak agar tak menelan pasta gigi tersebut.

Berhati-hatilah dengan pasta gigi si kecil

Berdasarkan riset, pasta gigi yang digunakan si kecil (apalagi yang ditambahkan perasa buah untuk memikat anak) terbukti memiliki kandungan yang cukup membahayakan. Fluoride yang ditambahkan pada pasta gigi bisa menimbulkan osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Apalagi, jika si kecil doyan mengisap habis pasta gigi yang rasanya enak.

Sejak tahun 1960-an, penggunaan fluoride pada pasta gigi menjadi perdebatan panjang di kalangan ilmuwan. Sebagian dari mereka yakin bahwa fluoride dapat membantu menjaga kesehatan gigi. Kelompok yang menentangnya berargumen bahwa penggunaan fluoride dapat menimbulkan berbagai efek samping yang berbahaya.

Pada dasarnya, pasta gigi mengandung berbagai jenis fluoride. Fluoride yang banyak digunakan adalah jenis sodium monofluoro fosfat (MFP) dan sodium fluoride (NaF). Menurut Iman Firmansyah, Tim Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), di Indonesia, kandungan fluoride pada pasta gigi anak ternyata cukup besar, yaitu antara 800-1500 ppm. Padahal di beberapa negara, batas maksimal kandungan fluoride mulai dikurangi. Contohnya, di negara Eropa, Australia, dan New Zealand kandungan fluoride berkisar 250-500 ppm.

Hasil penelitian Departemen Kesehatan Belgia menyimpulkan bahwa penggunaan fluoride secara berlebihan dapat menyebabkan osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Ini mendorong pemerintah Belgia melarang beredarnya segala jenis tablet dan permen yang mengandung fluoride. Pemerintah Belgia juga sedang mempresentasikan hasil penelitiannya di depan anggota Uni Eropa untuk memperoleh kesepakatan bersama pelarangan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Seorang pakar lainnya, Profesor Dirk Vanden Berghe, Mikrobiologist Universitas Antwerp, Swedia, menyatakan, sekitar 30-40 persen pasta gigi ditelan anak-anak pada saat mereka menyikat giginya atau melalui air ludah. Inilah yang menyebabkan mereka mengalami overdosis fluoride. Apalagi, produsen umumnya menambahkan aroma seperti rasa buah yang disukai anak-anak. Padahal semakin besar kandungan fluoride dalam pasta gigi anak, maka makin besar pula risiko kesehatan yang akan dideritanya kelak. kelebihan fluoride pada anak dapat dilihat dari tanda-tanda fisik anak banyak mengeluarkan ludah, indera perasa jadi tumpul, badan gemetar, pernapasan berat dan anak jadi cepat lelah.

Sementara, menurut ahli gigi India dari Maulana Azad Medical College (MAMC) Dr Pakaj Goel, pasta gigi yang mengandung fluoride tidak cocok digunakan untuk anak-anak di bawah umur empat tahun. Pakaj menambahkan, jika pasta gigi berfluoride sering tertelan dalam jumlah yang signifikan maka dapat mengakibatkan fluorosis pada anak, kerapuhan tulang, dan pertumbuhannya terhambat. Bahkan, Dr Mahesh Verma, Kepala Pusat Penelitian Gigi MAMC menyebutkan, literatur medis melarang pemberian pasta gigi berfluoride kepada anak-anak di bawah umur lima tahun.

Menurut Iman, riset Tim Peneliti LKJ-PIRAC) pada September-Oktober 2002 terhadap kandungan fluoride dan pengamatan kemasan pasta gigi anak menyimpulkan bahwa dari sembilan produk yang diuji, delapan merek pasta gigi yang beredar menggunakan fluoride di atas 1000 ppm. Hanya satu produk mengandung floride di bawah 500 ppm.”Namun, pasta gigi itu ternyata produk impor dari Australia,” ungkapnya.

Tim peneliti juga menemukan terdapat perbedaan jumlah kandungan fluoride yang signifikan antar hasil uji laboratorium dengan penghitungan teoritis berdasarkan pelabelan dalam kemasan. Bahkan, ada satu merek pasta gigi yang tak mencantumkan kadar fluoridenya.

Iman juga menemukan, hanya satu produk yang melengkapi kemasannya dengan peringatan pihak produsen atas bahaya yang akan terjadi bila anak menelan fluoride. Namun, peringatan disajikan dalam bahasa Inggris. Juga hanya satu produk yang melengkapi kemasannya dengan petunjuk penggunakan seberapa banyak pasta gigi yang boleh digunakan untuk anak. ”Petunjuk itu disajikan dalam bahasa Inggris juga,” ujarnya.

Sementara, As’ad Nugroho, koordinator program PIRAC menyatakan, pihaknya menuntut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) untuk menurunkan standar kandungan fluoride pada pasta gigi, khususnya untuk anak-anak dari 800-1500ppm menjadi 250-500 ppm. ”Badan POM harus segera menginstruksikan penarikan seluruh produk pasta gigi anak yang masih mengandung fluoride lebih dari 500 ppm,” tegasnya.

PIRAC juga meminta para produsen menghilangkan penambahan rasa yang dapat meningkatkan keinginan anak-anak untuk menelan pasta gigi saat mereka menggosok gigi. Mereka juga mendesak produsen pasta gigi anak memberikan peringatan dan keterangan dalam kemasannya mengenai batas aman pasta gigi yang digunakan anak.(idc/Sumber)

Fluoride di Amerika

66% sumber air minum bagi masyarakat Amerika dicampur dengan bahan flouride. Bahan itu diketahui memiliki pengaruh buruk terhadap munculnya kanker tulang, masalah persendian, tulang rapuh, turunnya kadar estrogen dan testosteron. Dan masalah kerusakan gigi –yaitu menguning dan terkorosinya enamel gigi. Bukankah sangat lebih masuk akal untuk mencampuri sumber air minum masyarakat dengan vitamin yang jika dimasukkan ke dalam tubuh akan meningkatkan stamina dan kesehatan? daripada memasukkan bahan kimia beracun ke dalam sumber air minum kita? dengan berbagai penjelasan palsu, bahwa hal tersebut bisa meningkatkan kesehatan gigi kita?

Sekarang kita tahu, bahwa flouride menyebabkan lebih banyak kerusakan gigi dibandingkan garam. Namun ada perbedaan besar antara pasta gigi dengan air minum. Bedanya kita tidak menelan pasta gigi. Jika kita pergi ke supermarket dan memperhatikan semua jenis racun tikus yang dijual, kita hanya bisa menemukan 1 campuran utama, Sodium FLOURIDE. Ini merupakan bahan ionik yang paling beracun setelah potasium dikromat. Saat ini perusahaan2 besar mulai memasukkan flouride ke dalam air minum kemasan sehingga kita semakin sukar untuk bisa mengindar. Faktanya bahwa flouride juga digunakan pada berbagai obat anti depresi –yang menghilangkan keagresifan serta motivasi dari orang-orang.

Flouride, sepanjang pengetahuan para ilmuwan sama sekali tidak memiliki faktor biologis yang menguntungkan. Flouride membunuh binatang ternak serta menghancurkan tanaman makanan mereka. Flouride yang diberikan kepada tikus telah menyebabkan kanker tulang dan kanker hati. Dan hasil penelitian itu kemudian secara kedokteran dibuat sedemikian rupa –agar tampak bahwa flouride tidak banyak menyebabkan kanker.

Pola yang kita lihat adalah pola yang sama dengan bahan-bahan racun syaraf yang lain yang dikenal menyebabkan kasus hyperaktif atau masalah ingatan atau masalah IQ. Ketika saya pertama kali mempresentasikan hasil penelitian ini, salah seorang audien kemudian bertanya, ‘apakah kamu sadar apa yang kamu katakan? kamu mengatakan kepada kami bahwa kita sedang mengurangi IQ anak-anak kita.’ Dan pada dasarnya saya menjawab ‘Ya’.”

_ Dr. Phyllis Mullenix_

(Pada hari di mana akhirnya penelitiannya diterima untuk dipublikasikan, Dr. Mullenix dipecat dari Forsyth Dental Center dan ia tidak lagi mendapatkan ijin untuk meneruskan penelitiannya). (Sumber)

Fluoride ditentang keras oleh 2.378 para ilmuwan professional . diantaranya adalah:

.343 oleh para PhD's (Doctor of Science, Doctor of Education, and Doctor of Public Health)
.326 oleh para Suster(RN,MSN,BSN,ARNP,APRN,LNC)
.322 oleh para DC'S (Doctor of Chiropractics) .276 oleh para MD'S (dan MBBS)
.245 oleh para Dokter Gigi terkemuka di dunia (DDS,DMB,BDS)
.113 oleh para ND's ( Doctor of Naturopathic Medicine)
.59 oleh para Advokat terkemuka di dunia (JD, LLB)
.48 oleh para RDH (Registered Dental Hygienists)
.42 oleh para Pharmacists (DpH, RpH)
.40 oleh para Acupunturists (LAc)
.23 oleh para DO'S (Doctor of Osteopathic Medicine )
.15 oleh para Veterinarian (DMV,VMD,BVMS)

*Dicatat dalam fluoride alert conference (flouridealert.org)

Baca juga artikel-artikel terkait lainnya, yang ditulis oleh para ahli di bidangnya (bahasa inggris);

  1. Hal-hal absurd tentang Fluoridisasi Air oleh by Paul Connett, PhD

  2. 50 Alasan untuk Menolak Fluoridasasi oleh Paul Connett, PhD – Professor of Chemistry St. Lawrence University

  3. Fluoride: Deadly Poison? History & Dangers of Fluoride

  4. Fluoridation/Fluoride, Zat Kimiawi beracun dalam Air Anda

Tulisan lain tentang fluoride yang menarik dan mencengangkan bisa anda baca Disini.

0 comments:

Post a Comment